Kendari, Sulawesi Tenggara

Ekspedisi Foto

Gua Moliuano, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara

Artikel Terkini

Destinasi Sultra

Archives

GOA PORABUA, WISATA KAMPUNG TUA KOLAKA TIMUR

0 Comments


Ukiran alam stalagtit dan stalagmite menyambut di depan pintu goa, seolah menjadi gardu selamat datang bagi pengunjung ke tempat ini, hutan purba yang terdapat di salah satu ruang goa, seolah membawa kedunia berbeda.

Heyy.. Sobat Ekspedisi, Berkunjung ke Kampung tua Kolaka Timur, kembali membangkitkan semangat untuk menulis secuil perjalanan dan pengalaman berada lebih dekat dengan alam bebas. Kolaka Timur merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang defenitif menjadi daerah otonom pada tahun 2013 lalu, seluruh kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara sebagian besar memiliki wilayah laut yang luas, namun berbeda dengan Kolaka Timur, kabupaten ini sama sekali tidak memiliki wilayah laut, jadi sangat wajar jika Kolaka Timur tidak memiliki destinasi wisata pasir putih dan spot diving.

Salah satu ruang Goa Porabua bagian depan
Foto : Linto/Jelajah Sultra

Salah satu destinasi yang saya kunjungi adalah Goa Porabua, bersama tim explore Jelajah Sultra dan salah satu model kelahiran Kolaka Timur Andi Amalia Kartika, Goa Porabua terletak di desa Porabua kecamatan Ueesi, menurut tutur sejumlah warga, Goa ini merupakan tempat tinggal para leluhur mereka dahulu yang tinggal secara nomaden, hal ini menjadi masuk akal karena Goa ini sangat luas dilengkapi dengan beberapa ruang yang diperkirakan bisa menampung sekitar 50 hingga 100 orang dan juga dalam sejarah persebaran suku Tolaki yang mendiami daerah Konawe, asal muasal penyebarannya sebagian besar berasal dari daerah ini.

Ruang Goa Porabua dengan tumbuhan dan pepohonan didalamnya
Model : Andi Amalia Kartika
Foto : Ridwan Tumbua

Seperti goa pada umumnya, goa Porabua memiliki stalagtit dan stalagmite bentukan alam yang cukup indah untuk diabadikan dengan kamera. Terdapat dua ruang besar di dalam goa ini, salah satunya terdapat hutan purba dengan pepohonan rimbun didalamnya, karakter daun didalam goa jelas terlihat berbeda dengan tanaman diluar sana, hal ini dimungkinkan karena didalam goa memiliki suhu rendah dan tidak kena sinar matahari langsung, sehingga membuat daun lebih terlihat hijau.

Ruang Hutan Purba Goa Porabua
Model : Andi Amalia Kartika
Foto : Ridwan Tumbua

Berada didalam goa ini seolah berada dibelahan dunia berbeda, suara desir angin yang menerpa pepohonan, kicau burung yang bersahutan, dan sesekali akan terdengar suara air menetes kelantai goa membentuk stalagmite untuk dinikmati generasi generasi berikutnya.

Tulisan dinding yang merusak
Foto : Ridwan Tumbua

Andi Amalia Kartika yang dalam kesehariannya banyak bergelut dengan dunia modeling, merasa cukup menikmati perjalanan kami kali ini, terlebih lagi dapat membantu daerah dalam mempromosikan destinasi pariwisata tanah kelahirannya, salah satu yang sering diucapkannnya adalah jangan membuang sampah dan menebang hutan sembarangan.

Akses menuju Goa Porabua

Sobat Ekspedisi yang ingin berkunjung kedestinasi ini, bisa memilih jalur Abuki Konawe dan jalur mowewe Kolaka Timur, kendaraan yang digunakan sangat direkomendasikan menggunakan kendaraan double handle atau jika ingin menggunakan motor sebaiknya menggunakan motor trail ini dikarenakan banyaknya anak sungai yang dilalui dan kondisi jalan yang belum teraspal terlebih jika masuk musim hujan, kondisi jalan akan sedikit parah,  perjalanan dapat di tempuh ke Goa ini sekitar 3-4 jam perjalanan menuju kecamatan Uesi dari jalur Mowewe, pilihan penginapan bisa dengan membuat camp atau menginap di rumah warga yang ada tidak jauh dari Goa (***)

Follow IG @ekspedisi.tenggara

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *