Kendari, Sulawesi Tenggara

Ekspedisi Foto

Gua Moliuano, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara

Artikel Terkini

Destinasi Sultra

Archives

BENTENG PATUA, PERTAHANAN PERANG PULAU TOMIA

0 Comments


Bedil meriam tepat mengarah ke timur perairan pulau Tomia, siap menghadang perompak rempah-rempah masa penjajahan, panorama benteng Patua, menawarkan sisi keindahan lain penikmat alam di Wakatobi.

ekspedisitenggara.com, Boat yang membawa penumpang menuju Tomia dari pulau Wangi-Wangi, salah satu pulau dari empat gugusan pulau besar yang ada di Wakatobi, pasti akan merasa takjub melihat hamparan pasir dan laut biru yang menyambut kedatangan pengunjung ke pulau ini, lambaian nyiur pulau Onemobaa salah satu tempat resort termahal yang ada di Wakatobi, menyapa pengunjung pulau dengan bebatuan karang khas. Melewati pulau onemobaa, boat merapat ke pelabuhan kecamatan Tomia Timur salah satu pelabuhan terbesar di pulau ini, kelihatan dari kejauhan sudah menanti beberapa orang dengan melambaikan tangan, entah menjemput sanak famili yang telah lama merantau atau menjemput barang yang banyak memenuhi bagian atas boat, dengan kapasitas penumpang berkisar 100 orang tempat kami menumpang menuju pulau Tomia.

Sesaat boat berlabuh, keramahan warga terasa saat menawarkan tumpangan ojek dengan nada sopan, berbeda dengan beberapa pelabuhan di pulau-pulau lainnya, sayangnya tawaran tumpangan ojek itu kami tolak, dikarenakan sebuah mobil minibus telah menunggu kedatangan kami, menuju lokasi penginapan.

Situs Sejarah Benteng Patua

Tangga masuk Benteng Patua Tomia
Foto : Ridwan Tumbua

Rasa penasaran ingin berkunjung ke lokasi benteng Patua terbayarkan, setelah 2 hari berada di pulau Tomia, salah satu warga bersedia untuk mengantar berkeliling benteng patua, berkendara sekitar 10 menit dengan mobil kami akhirnya tiba tepat dibawah tangga beton yang sudah kelihatan agak lama terbangun, di sisi kiri anak tangga pertama, terdapat sebuah bedil meriam manual peninggalan masa kolonial.

Salah satu bedil meriam di tangga benteng Patua
Foto : Ridwan Tumbua

Benteng Patua di perkirakan di bangun pada abad 18, menaiki anak tangga cukup melelahkan terlebih anak tangganya cukup menantang denyut nadi memompa lebih kencang, setibanya dianak tangga terakhir, terdapat dinding dari batu karang yang mengelilingi benteng, berbeda dengan benteng di kota Bau-Bau Buton, benteng Patua hanya di susun tanpa menggunakan perekat antar batu, namun tetap terlihat rapi dan kokoh.

Taman di dalam kompleks benteng Patua
Foto : Ridwan Tumbua

Beberapa situs yang masih terlihat adalah, lokasi masjid yang terletak agak tinggi dari situs-situs lainnya, terdapat beberapa lobang intip dibagian belakang benteng yang digunakan untuk mengintai musuh yang akan menyerang pada masa (penjajahan), selain itu bedil meriam disisi timur benteng masih ada, tepat menghadap laut, meriam ini terlihat lebih besar dari meriam yang terdapat di tangga masuk benteng. Dari beberapa sudut benteng ini, terlihat adanya beberapa taktik dalam menghadapi musuh, seperti adanya gua tempat persembunyian dan beberapa lobang untuk mengintai musuh yang akan menyerang benteng Patua.

“Jamba Katepi”
Foto : Ridwan Tumbua

Satu hal unik dari benteng ini adalah ada satu tempat yang dijadikan sebagai Jamban (toilet) disalah satu ceruk yang ada di tengah-tengah benteng yang dalam bahasa setempat di sebut dengan “jamba katepi”, ini menggambarkan bahwa ada koloni masyarakat yang tinggal di dalam kompleks benteng ini pada masa itu yang tidak hanya dijadikan sebagai benteng pertahanan.

Destinasi Sejarah Wakatobi Perlu Perhatian Khusus

Salah Satu bangunan yang sudah mulai rusak
Foto : Ridwan Tumbua

Pengelolaan benteng Patua Saat ini dikelola oleh pemerintah daerah sebagai salah satu destinasi sejarah di Wakatobi, sayangnya bangunan yang dibangun seperti aula pertemuan, sudah tidak terawat, hal tersebut terlihat dari kayu-kayunya yang lapuk dan tidak diganti.

Akses Menuju Benteng Patua

Pengunjung yang berada di salah satu pulau di Wakatobi dapat mengakses benteng ini, umumnya pengunjung memulai perjalanan dari pulau wangi-wangi, perjalanan menggunakan speed boat ke pulau Tomia berkisar -/+ 4 jam perjalanan dalam kondisi ombak normal, pengunjung yang akan menggunakan boat  menuju pulau tomia dapat memilih tujuan Waha (kecamatan Tomia) atau Usuku (Tomia Timur), jika tujuan utamanya adalah benteng patua, sebaiknya menggunakan boat tujuan Waha, dikarenakan lokasi benteng berada di kecamatan ini, di kecamatan Waha banyak terdapat Homestay dan juga beberapa penginapan seperti hotel, dari kelurahan waha menuju benteng sekitar 15 menit, benteng tersebut berada di desa Patua salah satu desa yang ada di kecamatan Tomia. (***)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *