Kendari, Sulawesi Tenggara

Ekspedisi Tenggara Foto

Artikel Terkini

Destinasi Sultra

Arsip

Ekspedisi Foto

Gua Moliuano, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara

3 Desa Unik di Buton Selatan

0 Comments


3

ekspedisitenggara.com – Wilayah Buton Selatan memiliki banyak keunikan budaya dan kekayaan alam yang melimpah, seperti yang bisa di lihat di kecamatan Sampolawa dan Lapandewa, 3 desa bertetangga memiliki keunikan dalam hal pekerjaan sehari-hari, desa tersebut antara lain desa Tira, Bahari dan Lande.

Ketiga desa yang terletak di Teluk Sampolawa dan Teluk Lande tersebut dalam kesehariannya bermata pencaharian sebagai pelaut antar pulau dan nelayan.

Teluk Sampolawa, Desa Tira Buton Selatan
Foto : Ridwan Tumbua

Satu, Desa Tira, masyarakat di desa ini kebanyakan bekerja sebagai pedagang antar pulau di Indonesia, teknik pelayaran yang mereka gunakan kebanyakan masih menggunakan kapal-kapal mirip dengan Phinisi di Sulawesi Selatan yang telah di lakukan sejak beberapa abad silam, perahu layar yang mereka gunakan di sebut dengan Boti, kapal menggunakan layar sebagai pengganti mesin, model kapal ini memiliki karakteristik khusus dengan perut kapal yang sengaja di buat besar agar mampu menampung barang dagangan, kapasitas kapal tersebut mampu memuat 40-100 ton, berkeliling pulau-pulau di Maluku, Papua dan Kalimantan untuk berdagang, dalam sekali perjalanan bisa memakan waktu 6 -12 bulan untuk kembali lagi ke kampung halaman, pekerjaan ini hanya di lakukan oleh para lelaki sedangkan para istri yang di tinggalkan kesehariannya selain mengurus anak dan rumah tangga juga mengisi waktu dengan berkebun jagung dan ubi kayu. Pada saat-saat tertentu semua kapal yang berlayar akan berkumpul di desa Tira, sehingga menjadi satu pemandangan menarik melihat kapal dengan tiang-tiang layar berjejer di sepanjang pantai.

Tambatan Perahu Nelayan Desa Bahari, Buton Selatan
Foto : Ridwan Tumbua

Dua, Desa Bahari, desa yang berdampingan dengan desa Tira ini dalam memenuhi kebutuhan ekonomi juga mengandalkan laut sebagai lahan pencarian utama mereka, berbeda dengan desa Tira, kapal yang di gunakan oleh masyarakat desa ini sudah menggunakan kapal dengan bentuk modern dan menggunakan mesin sebagai alat penggerak kapal, selain itu pencaharian mereka jauh berbeda dengan masyarakat desa Tira yang berdagang antar pulau, masyarakat desa Bahari bekerja sebagai nelayan pemburu hiu, lokasi perburuan mereka hanya di sekitar perairan Buton Selatan hingga perbatasan Selayar.

Tebing Desa Lande, Buton Selatan
Foto : Ridwan Tumbu
a

Tiga, Desa kawasan teluk Lande, sebelumnya merupakan satu kawasan desa, namun setelah adanya pemekaran kabupaten, maka desa Lande di pecah menjadi 3 desa bagian. Pola hidup masyarakat desa ini sebagian besar berprofesi sebagai nelayan pemburu Tuna, lokasi perburuan mereka hingga ke perairan flores dengan menggunakan kapal pemancing tradisional, teknik pancing yang mereka gunakan juga ada yang menggunakan layang-layang sebagai joran pancing mereka. Teluk Lande adalah wilayah yang berbatasan dengan kabupaten buton dibagian timur.

Keberhasilan masyarakat yang berada di tiga kawasan desa tersebut dapat terlihat dari bangunan-bangunan rumah permanen yang berjejer di setiap desa, hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang mereka jalani untuk kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan jenis pekerjaan yang berbeda di setiap desa tetangga tersebut (***) 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *